Rabu, 29 Maret 2017

Biaggi, Vinales Merupakan Leader Dan Calon Juara Baru


Eks rider MotoGP sekaligus dua kali juara WorldSBK, Max Biaggi terlihat menjadi tamu istimewa Aprilia Racing Team Gresini di Sirkuit Losail, Qatar akhir pekan lalu. Pria asal Italia ini pun memberikan pendapat soal jalannya balapan MotoGP melalui akun Twitter-nya, @MaxBiaggi.

Biaggi mengaku sangat terkesan pada performa rider baru Movistar Yamaha MotoGP yang sukses merebut kemenangan, Maverick Vinales, begitu juga rider Ducati Corse, Andrea Dovizioso yang untuk ketiga kalinya secara beruntun finis di posisi kedua. The Roman Emperor bahkan memuji performa musuh bebuyutannya, Valentino Rossi yang finis ketiga.

"Saya meninggalkan Qatar dengan kesan MotoGP telah menemukan leader baru dengan talenta juara: Vinales. Saya juga melihat Dovi yang penuh semangat, konsisten dan sangat cepat dalam kondisi apapun. Rossi juga kian meyakinkan bahwa ia merupakan contoh juara sejati, berhasil lepas dari kesulitan setelah start dari posisi 10," tulisnya.

Empat kali juara dunia GP250 ini juga mengamati performa teman baiknya, Jorge Lorenzo, yang ia nilai masih harus beradaptasi bersama Ducati. Sebagai dua kali juara WorldSBK untuk Aprilia Racing, Biaggi pun mengaku senang melihat Aleix Espargaro sukses besar dengan finis keenam.

"Lorenzo menjalani balapan dengan performa yang belum jelas, ia butuh waktu untuk beradaptasi dengan Ducati. Aprilia pun sukses meraih hasil mengejutkan dengan finis keenam, setelah start dari posisi 15, di sirkuit yang sulit ditaklukkan. Kinerja yang baik dari Aleix dan pekerja departemen balap Aprilia," pungkasnya.

Senin, 27 Maret 2017

Dovizioso Sulit Redam serangan Top Gun (Maverick)


 

Andrea Dovizioso (Ducati) bertutur mengenai pertarungannya dengan Maverick Vinales (Movistar Yamaha) dalam memperebutkan posisi pertama di MotoGP Qatar 2017.

Vinales keluar sebagai pemenang dalam balapan di Losail, Senin (27/3/2017) dinihari WIB. Sementara Dovizioso harus puas naik podium kedua.

Dovizioso pun bercerita mengenai pertarungannya dengan Vinales dalam memperebutkan posisi terdepan dalam balapan. Rider Italia 30 tahun itu mengaku Vinales sudah membaca situasi dengan tepat.

"Saya sudah mengusahakan segalanya, tapi pada tikungan itu Maverick lebih cepat dari saya. Ketika ia menyalip saya pun berpikir, 'Berakhirlah (pertarungan) ini'," ujar Dovizioso seperti dilansir GPOne.com.

"Di sektor lain saya kencang, terutama di sektor terakhir sirkuit. Tapi saya tak bisa bersaing dengannya secara umum, jadi saya cuma berusaha meredamnya. Vinales tahu itu, ia sudah melihat kelemahan saya dan menyalip di titik yang tepat," tuturnya.

Hasil dalam balapan tersebut membuat Dovizioso melanjutkan kecenderungan finis kedua di Losail, yang sudah ia lakukan selama tiga musim terakhir.

5 Fakta tentang Maverick Vinales Di GP Qatar


 

5 Fakta tentang Maverick Vinales Di GP Qatar: (Dikutip dari Liputan6)

1. Maverick Vinales adalah pembalap pertama yang menempati posisi pole position pada seri perdana MotoGP di GP Qatar 2017.

2. Keberhasilan Maverick Vinales merebut podium pertama sekaligus mengikuti jejak Valentino Rossi. Karena pembalap yang dikenal dengan julukan Top Gun itu mampu merebut kemenangan pada debutnya di level tertinggi kejuaraan grand prix balap motor bersama Yamaha. Sebelumnya Rossi pernah melakukan hal yang sama saat mengaspal di Afrika Selatan pada 2004 lalu.

3. Maverick Vinales menjadi pembalap termuda kedua (22 tahun 2 bulan dan 14 hari) dalam sejarah sejak Mike Hailwood yang memenangkan gelar seri pembuka pada dua pabrikan berbeda.

4. Maverick Vinales merupakan pembalap keempat di kelas utama yang mampu memenangkan podium dengan kuda besi tim Yamaha dan Suzuki. Sebelumnya ada Barry Sheene, Randy Mamola, serta Jack Middleburg.

5. Vinales jadi pembalap keenam di kelas bergengsi yang memenangkan gelar seri dengan dua motor dari tim pabrikan berbeda. Sebelumnya ada Valentino Rossi dan Max Biaggi (Honda dan Yamaha), Andrea Dovizioso (Honda dan Ducati), serta Casey Stoner (Ducati dan Honda).

Vinales Juara Di Qatar, Pembukaan Musim Yang Luar Biasa


 

Maverick Vinales memenangi balapan perdana musim MotoGP 2017 di Qatar. Rider Movistar Yamaha itu memenangi duel dengan pebalap Ducati Andrea Dovizioso.

Balapan yang berlangsung di sirkuit Losail, Senin (27/3/2017) dinihari WIB, sempat mengalami dua kali penundaan. Pertama karena gerimis yang mengguyur, kemudian karena kondisi lintasan yang belum aman benar. Balapan kemudian tetap digelar, namun dipotong menjadi 20 putaran dari normalnya 22 putaran.

Rookie Monster Yamaha Tech3 Johann Zarco sempat memimpin selepas start, namun terjatuh. Posisi terdepan kemudian dipertarungkan Andrea Iannone, Marc Marquez, Andrea Dovizioso, dan Maverick Vinales.

Vinales-lah yang kemudian tampil sebagai pemenang, diikuti Dovizioso. Valentino Rossi tampil apik untuk finis ketiga, diikuti Marquez yang menuntaskan balapan di tempat keempat.

Jalannya Balapan

Start sempat mengalami penundaan karena masalah cuaca. Gerimis turun dan di sejumlah titik lintasan bahkan dilaporkan agak deras.

Race director kemudian memastikan start bisa digelar, memutuskan bahwa balapan dipotong menjadi 21 putaran dari 22 putaran. Di Losail sendiri balapan tak bisa terlalu jauh melewati pukul 22.00 waktu setempat, karena temperatur akan turun terlalu jauh dan kelembapan naik.

Namun ketika para pebalap kembali ke lintasan dan melakukan putaran pemanasan, beberapa di antaranya melaju ke luar trek di tikungan 14. Belakangan diketahui bahwa kondisi trek atau kerb terlalu basah untuk dilewati dengan ban slick.

Para pebalap kemudian menjalani diskusi dengan race director dan pada prosesnya diikuti dengan penundaan start lagi. Usai menjalani pengecekan kembali, diputuskan balapan akan tetap berlangsung dan kembali dipotong menjadi 20 putaran.

Selepas start, Andrea Iannone melesat ke depan, tapi kemudian dilewati Johann Zarco dan Marc Marquez. Di putaran pertama, Zarco memimpin diikuti Marquez, Iannone, Dovizioso, Pedrosa, dan Rossi. Sementara Jorge Lorenzo sempat melebar dan terlempar ke posisi 16.

Iannone sempat bertarung dengan Marquez untuk posisi dua, namun kemudian malah dilewati Dovizioso dan turun ke posisi empat. Vinales masih di posisi lima, diikuti Rossi yang naik ke urutan enam usai melewati Pedrosa di putaran ke-4. Cal Crutchlow jadi pebalap pertama yang crash.

Zarco terus membuka jarak hingga di putaran ke-5, diikuti Dovizioso yang sukses melewati Marquez. Iannone di posisi empat diikuti Vinales dan Rossi. Lorenzo masih berada di posisi 15.

Di putaran keenam, Zarco terjatuh saat sedang memimpin 1,3 detik di depan. Dovizioso mengambil alih posisi terdepan diikuti Marquez dan Iannone.

Iannone sempat mencuri posisi kedua dari Marquez, tapi gagal mempertahankannya. Vinales sementara itu sukses merapatkan jarak dengan rombongan terdepan dan mendekat ke Iannone di posisi tiga. Bautista jadi pebalap selanjutnya yang crash, sementara Lorenzo ada di posisi 10.

Di putaran ke-10, Iannone terjatuh saat sedang menekan Marquez. Dovizioso sementara itu memimpin dengan jarak satu detik dari Marquez. Di putaran berikutnya, Vinales merebut posisi dua dari Marquez. Rossi tak terlalu jauh di posisi empat.

Rossi naik ke posisi tiga usai melewati Marquez di lap ke-12. Sementara Vinales merapatkan jarak ke Dovizioso di tempat terdepan. Pedrosa di posisi lima, diikuti Aleix Espargaro, Redding, Miller, Lorenzo, Petrucci.

Vinales sudah memepet Dovizioso di putaran ke-13 dan sukses melewatinya. Rossi turut mendekat, sementara Marquez mulai tercecer di posisi empat.

Dovizioso merebut kembali posisi terdepan di trek lurus pada lap berikutnya, tapi dilewati lagi oleh Vinales tak lama berselang. Vinales sempat kehilangan posisi terdepan usai melakukan kesalahan di putaran 15, namun merebutnya lagi. Rossi sementara itu mulai memepet Dovizioso.

Di putaran ke-17, Dovizioso merebut kembali posisi terdepan. Rossi masih di posisi tiga diikuti Marquez. Sementara Pedrosa sempat kehilangan tempat kelima karena dilewati Espargaro, namun kembali mendapatkannya.

Vinales melewati Dovizioso di lap berikutnya. Di posisi tiga, Rossi kesulitan menjaga jarak dan tertinggal cukup jauh. Demikian halnya dengan Marquez di tempat keempat.

Vinales sukses mempertahankan posisinya di putaran terakhir, Dovizioso menempati posisi dua diikuti Rossi. Marquez finis keempat, menyusul kemudian Pedrosa, Espargaro, Redding, Miller, Rins, Folger. Lorenzo ada di tempat ke-11.

Kamis, 02 Maret 2017

Kecepatan Vinales Membuat Kaget Rekan Setim-nya, Rossi


Danilo Petrucci, menyebut Valentino Rossi kaget dengan kecepatan Maverick Vinales di lintasan. Menurut Petrucci, The Doctor harus bersiap untuk berhadapan dengan rival baru seperti Vinales pada MotoGP 2017.

"Rossi sempat berbicara kepada saya bagaimana dia terkejut melihat kecepatan Vinales di lintasan dan sempat tak percaya dengan kecepatan beradaptasi Vinales," ujar Petrucci dikutip dari Speedweek, Kamis (2/3/2017).

Meski bakal mendapat rival baru dengan kehadiran Vinales di Movistar Yamaha, Petrucci tetap menjagokan Rossi untuk menjadi juara dunia. Bagi Petrucci kemampuan pebalap asal Italia tersebut di lintasan tetap tak bisa dipandang sebelah mata musim depan.
 
"Meski terkejut dengan performa Vinales, saya tetap yakin dengan kemampuan Rossi. Dia akan tetap berada di perebutan gelar juara dunia musim depan," tutup pebalap asal Italia tersebut.

Meski demikian, Rossi tak boleh memandang Vinales sebelah mata. Pebalap berusia 21 tahun tersebut telah mengirimkan sinyal ancaman dengan meraih hasil positif pada dua sesi tes pramusim MotoGP di Sirkuit Sepang dan Phillip Island.

Meskipun baru pindah dari Suzuki ke Yamaha, Vinales terbukti mampu cepat beradaptasi dengan motor YZR M-1.

Maverick Vinales Lebih Beruntung Dari Pada Lorenzo


Danilo Petrucci, menilai Jorge Lorenzo, tak memiliki keberuntungan seperti Maverick Vinales yang tampil apik bersama Movistar Yamaha. Menurut Petrucci, keberhasilan Vinales meraih hasil positif pada sesi tes pramusim MotoGp di Sirkuit Sepang dan Phillip Island tak lepas dari kondisi motor YZR M-1 yang sudah sempurna.

"Hasil buruk yang diraih Lorenzo bersama Ducati hanya permasalahan waktu. Vinales beruntung langsung mendapat motor yang sesuai dengan gaya membalapnya, sedang Lorenzo masih harus beradaptasi lebih," ujar Petrucci dikutip dari Speedweek, Kamis (2/3/2017).

Tak seperti Vinales, performa Lorenzo pada dua kali tes bersama Ducati di Sepang dan Phillip Island masih jauh dari menjanjikan. Mantan pebalap Yamaha tersebut kesulitan menembus posisi atas karena belum menemukan taktik yang pas untuk menjinakkan motor Desmosedici GP17 milik Ducati.

Pada tes hari terakhir di Australia, Lorenzo hanya menempati posisi kedelapan. Sedang posisi pertama dan kedua diisi oleh Maverick Vinales dan Marc Marquez.

X-Fuera tampaknya memang perlu waktu lebih untuk beradaptasi dengan motor Desmosedici GP17. Pebalap berusia 29 tahun tersebut memang belum pernah mencoba motor selain milik Yamaha selama sembilan tahun berkarier di MotoGP.
 
Namun, Jorge Lorenzo harus secepatnya mengatasi permasalahan dengan motor Desmosedici GP17 mengingat seri perdana MotoGP 2017 bakal berlangsung pada 26 Maret 2017. Apalagi X-Fuera mendapat tuntutan untuk bisa langsung menjadi juara dunia pada musim perdananya bersama pabrikan asal Italia tersebut.

Rabu, 01 Maret 2017

Ini Tanggapan Rossi Tentang Rekan Barunya, Vinales


Rossi melihat akan memiliki hubungan yang cukup baik. Namun, pembalap asal Italia ini menyatakan bila watak asli Vinales akan terlihat saat nanti berada dalam tekanan.

"Vinales terlihat lebih seimbang daripada Lorenzo. Tapi, kita harus melihat bagaimana dia mengendalikan tensi, apakah dia akan berubah di bawah tekanan," ujarnya.

"Mungkin di atas trek saya tidak akan melihat Vinales, karena dia sangat cepat saat menjalani tes. Tapi, orang-orang akan menunjukkan watak aslinya di bawah tekanan. Setiap orang bisa menjadi pria sejati di atas sepeda motor," lanjut peraih 9 gelar juara dunia ini.