Minggu, 21 Mei 2017

Maverick Vinales Meraih Kemenangan Di Le Mans, Rossi Terjatuh Di Lap Terakhir


Maverick Vinales, mengungkapkan kunci kemenangan yang diraihnya pada balapan MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans, Minggu (21/5/2017). Dia mengaku bisa menang setelah The Doctor melakukan kesalahan.

Usaha Vinales yang tak tergesa-gesa untuk menyalip Rossi yang memimpin balapan pada lap terakhir, membuahkan hasil. Vinales berhasil mengambil alih kembali posisi pertama setelah Rossi melebar dua lap sebelum garis finis. Setelah itu, The Doctor justru bernasib sial karena tergelincir dan tak bisa menyelesaikan balapan.

"Balapan ini sangat luar biasa. Saya hanya memberikan yang terbaik untuk menekan Rossi yang berada di depan," ujar Vinales dikutip dari Crash, Minggu (21/5/2017).

"Saya mempersiapkan diri di sektor ketiga (untuk menyalipnya), kemudian saya melihat dia melakukan kesalahan dan saya mengambil kesempatan. Saya langsung mengerahkan kekuatan hingga 200 persen," sambungnya.
 
Vinales keluar sebagai pebalap tercepat dengan raihan waktu 43 menit 29,793 detik. Pebalap berusia 21 tahun itu mengungguli Johann Zarco dan Dani Pedrosa yang menempati podium kedua dan ketiga.
Kemenangan pada MotoGP Prancis juga membuat Maverick Vinales kembali menjadi pemuncak klasemen dengan raihan 85 poin menggusur Valentino Rossi yang kini menghuni peringkat ketiga dengan 62 poin.

Terkenang masa lalu 
 
Maverick Vinales mengaku terkenang kemenangan pertamanya di kelas grand prix usai mengalahkan Valentino Rossi di MotoGP Prancis 2017. Vinales memang mencatat kemenangan perdana dalam karier balap profesionalnya di Sirkuit Le Mans.

Vinales dengan mudah menyentuh garis finis, dibuntuti Johann Zarco (posisi kedua) dan Dani Pedrosa (posisi ketiga). Sekadar informasi, Vinales menyelesaikan lomba dengan catatan waktu 43 menit 29.793 detik. 

"Ketika menyentuh garis finis, saya sangat bersyukur karena ini kemenangan yang sulit. Saya merasa seperti kemenangan pertama di kelas 125cc dan itu adalah kemenangan yang sangat spesial," kata Vinales. Kemenangan pertama Vinales terjadi pada tahun 2011. 

Senin, 24 April 2017

Vinales Merasa Crash Di Austin Sangat Sangat Aneh


Maverick Vinales, tampak kesal dengan insiden yang terjadi pada balapan MotoGP Austin, Minggu (23/4/2017) atau Senin (24/4/2017) dini hari WIB. Dia merasa kejadian itu terjadi bukan karena kesalahannya.

Seperti diketahui, Vinales gagal menyelesaikan balapan karena mengalami crash pada lap keempat. Padahal saat itu Vinales tidak sedang bersaing dengan pebalap lain.

"Saya tak bisa melakukan apapun soal kecelakaan ini. Saya tahu ban tidak dalam kondisi bagus pada pagi ini, karena saat di sisi kiri saya mendapatkan peringatan pada awal lap kedua," ungkap Vinales seperti dikutip Motorsport, setelah balapan.

"Saya merasa menyesal dengan balapan ini, baik pada diri sendiri dan tim karena mereka sudah bekerja sangat baik sepanjang akhir pekan dan kemudian kami memiliki ban yang tak memiliki daya cengkeram sama dengan yang kami miliki pagi ini dan saya terjatuh."

"Jika saya mengalami crash untuk mengejar Marc atau untuk merebut kemenangan, saya tahu itu kesalahan saya. Namun seperti ini, Anda membuang poin untuk hal yang sia-sia," tambahnya.

Vinales mengaku insiden ini terasa aneh buatnya karena tak pernah terjadi sebelumnya. Namun, ada yang membuatnya merasa lega.

"Saya tenang karena saya tahu ini bukan karena kesalahan saya. Saya tahu ada sesuatu yang lain," ujar Vinales.

Dengan hasil ini, Maverick Vinales kini tergusur ke posisi dua dengan koleksi 50 poin. Dia dikudeta rekan timnya, Valentino Rossi, yang unggul enam poin.

Maverick Vinales Masih Harus Banyak Beradaptasi Dan Belajar Menaklukan Yamaha YZR-M1


Performa apik pebalap Yamaha Movistar, Maverick Vinales, di dua seri pertama MotoGP 2017 masih berpeluang untuk meningkat. Pasalnya, pebalap bernomor 25 ini sampai sekarang masih kesulitan mengendalikan motornya, Yamaha YZR-M1

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Mekanik Yamaha MotoGP, Ramon Forcada. Ia menegaskan, Maverick Vinales harus melawan nalurinya, agar performa motor berlambang garpu tala tersebut lebih maksimal.

"Maverick menginginkan motor yang mudah dikendarai dan traksi seperti Yamaha, sama seperti Honda dan secepat Ducati," terang Forcada seperti disitat Motorsport.com.

"Tapi, semua pebalap lain juga menyukainya. Karena dia tahu itu tidak mungkin, dia tidak mengendarai dengan nyaman, dan berusaha untuk mengekstrak maksimal dari apa yang ditawarkan Yamaha untuk dia," tambahnya.

Lanjut Forcada, Vinales seharusnya menghindari pengereman yang kuat dan putaran akhir, agar mampu memanfaatkan traksi yang kuat dari tunggangannya. "Sekarang dia sangat cepat di tikungan, daripada saat berada di Suzuki. Yamaha dirancang untuk memanfaatkan itu, sangat stabil di belakang dan memiliki banyak traksi," jelas Forcada.

Dengan penampilan yang sudah jauh melebihi ekspetasi, sebagai debutan di pabrikan asal Jepang tersebut, banyak pihak yakin pebalap berusia 22 tahun ini bisa lebih maksimal ketika mengendarai yamaha YZR-M1.

"Maverick Vinales harus memperbaiki penampilannya, tapi itu hanya masalah waktu," pungkas Kepala Tim yang sebelumnya membesut Jorge Lorenzo ini.

Kamis, 20 April 2017

Vinales Percaya Diri Patahkan Rekor Sang Baby Alien


Maverick Vinales sangat percaya diri bisa melanjutkan tren kemenangan di Circuit of The Americas (COTA), Austin, Texas, Amerika Serikat akhir pekan ini, menyusul kesuksesannya di dua seri pertama. Hal ini disampaikan Vinales dalam sesi jumpa pers pada hari Kamis (20/4) waktu setempat.

Selalu tampil kompetitif di COTA sejak 2013 dalam ketiga kelas balap yang ia geluti, Vinales pun memiliki motivasi tinggi. Bersama Suzuki Ecstar tahun lalu, Vinales berhasil finis keempat meski dengan strategi pemilihan ban yang tak tepat. Menurutnya, bersama Yamaha, 10 lap terakhir akan menjadi hal paling krusial.

"Menurut saya, COTA menyenangkan dan saya selalu tampil kuat di sini, cocok untuk gaya balap saya. Akselerasi kami begitu baik, saya rasa kami bisa meraih hasil baik. Kami bisa tampil kompetitif, namun harus bekerja sangat keras, dan 10 lap terakhir saat balapan bakal sangat penting," ujarnya seperti yang dilansir Crash.net.

"Tahun lalu, 10 lap terakhir merupakan bencana dengan pilihan ban kami, jadi kami harus memperbaiki area ini, dan harus tepat saat memilih ban. Kami harus punya ritme balap yang baik, dan jika kami berusaha 100 persen, kami tahu kami bisa memperebutkan kemenangan," lanjutnya.

Disebut sebagai 'penguasa' COTA, rider Repsol Honda, Marc Marquez punya rekor fantastis, yakni meraih pole dan kemenangan secara beruntun sejak 2013. Vinales pun mengagumi catatan rival utamanya itu, namun yakin dirinya berpeluang mematahkan dominasi tersebut.

"Tentu ia sangat impresif, empat kemenangan beruntun di Amerika, namun kini kami juga punya level yang baik. Motor kami sangat kompetitif. Saat ini saya punya motor yang jaug lebih baik dari tahun lalu, jadi kami percaya diri bisa meraih hasil baik pula di sini," pungkas Top Gun

Selasa, 18 April 2017

Maverick Vinales Seperti Pembunuh Berdarah Dingin Dengan Ketenangan Sikapnya


Ramon Forcada mengaku terus dikejutkan oleh talenta-talenta yang dimiliki pembalapnya tersebut usai meraih dua kemenangan beruntun di Qatar dan Argentina. Hal ini disampaikan eks crew chief Jorge Lorenzo tersebut dalam wawancaranya dengan La Gazzetta dello Sport.

Usai menaungi Lorenzo selama sembilan musim, kini Forcada membimbing Vinales, yang secara mengesankan menyapu bersih seluruh uji coba pramusim dengan menjadi rider tercepat. Dua kemenangan beruntun pun bukan menjadi hal yang membuat Forcada terkesan, melainkan cara Vinales mengatasi berbagai kondisi lintasan.

"Maverick merupakan sebuah kejutan. Saya yakin ia bakal tampil kuat, tapi tak sekuat ini. Usai pramusim, sangat mudah membayangkan ia bisa memulai musim dengan baik. Tapi fakta bahwa ia bisa melakukannya di berbagai kondisi, kering, basah dan tak menentu seperti di Qatar, sungguh mengejutkan ia bisa mengendalikan segalanya dengan sempurna," ujarnya.

Forcada pun menyebut Top Gun sebagai 'pembunuh berdarah dingin', karena sikap dingin dan ketenangan yang ia miliki merupakan faktor utama kesuksesannya dalam memulai musim ini dengan kemenangan. Menurut pria Spanyol ini, juara dunia Moto3 2013 tersebut sangat andal dalam menghindari berbuat kesalahan.

"Yang paling mengesankan adalah ketenangannya. Ia punya kemampuan menghindari kesalahan, mampu mengendalikan beragam situasi dengan baik, contohnya di Argentina ketika ia cepat menyadari sektor ketiga adalah sektor paling bermasalah untuk ban, di mana ban bisa aus lebih cepat di sana. Jadi ia melintas lebih berhati-hati di sana, menghemat usia ban sampai finis," pungkasnya.

Berkat dua kemenangan di Qatar dan Argentina, Vinales kini berada di puncak klasemen pembalap dengan koleksi 50 poin, unggul 14 poin dari sang tandem, Valentino Rossi di peringkat kedua. Ia akan kembali turun lintasan di MotoGP Austin, Texas, Amerika Serikat yang digelar di Circuit of The Americas akhir pekan ini.

Minggu, 09 April 2017

Maverick Vinales Meraih Kemenangan Di Sirkuit Termas Rio de Hondo Argentina


Maverick Vinales kembali berhasil menjadi juara untuk kedua kalinya bersama Yamaha ia memimpin jalanya race setelah Marc Marquez terjatuh di tikungan kedua Sirkuit Termas Rio de Hondo, padahal race baru berjalan 3 laps.

Sementara itu, Valentino Rossi dalam balapan kali ini sukses melengkapi balapan ke 350 kali dengan berhasil menyabet podium dua, ia bersaing sengit dengan Cal Cruthclow selama race berlangsung.

Sama seperti Marc, Dani Pedrosa juga harus terjatuh di tikungan kedua selain itu seri kedua MotoGP kali ini nampak begitu kurang baik bagi Jorge Lorenzo karena ia harus terjatuh di awal laps serta rekan setimnya Andrea Dovizioso terjatuh setelah tertabrak oleh Aleix Espagaro.

Berikut ini adalah Hasil race MotoGP Argentina 2017 Yang berlangsung di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, Minggu (9/4) :
 
1. Maverick Viñales ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 41m 45.060s
2. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 41m 47.975s
3. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 41m 48.814s
4. Alvaro Bautista ESP Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP16) 41m 51.583s
5. Johann Zarco FRA Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)* 42m 0.564s
6. Jonas Folger GER Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)* 42m 3.301s
7. Danilo Petrucci ITA Octo Pramac Racing (Desmosedici GP17) 42m 5.106s
8. Scott Redding GBR Octo Pramac Racing (Desmosedici GP16) 42m 10.540s
9. Jack Miller AUS Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V) 42m 10.725s
10. Karel Abraham CZE Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP15) 42m 11.463s
11. Loris Baz FRA Reale Avintia Racing (Desmosedici GP15) 42m 12.012s
12. Tito Rabat ESP Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V) 42m 26.935s
13. Hector Barbera ESP Reale Avintia Racing (Desmosedici GP16) 42m 27.830s
14. Pol Espargaro ESP Red Bull KTM Factory Racing (RC16) 42m 28.145s
15. Bradley Smith GBR Red Bull KTM Factory Racing (RC16) 42m 28.512s
16. Andrea Iannone ITA Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 42m 31.279s
Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP17) DNF
Aleix Espargaro ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) DNF
Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) DNF
Sam Lowes GBR Factory Aprilia Gresini (RS-GP)* DNF
Alex Rins ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR)* DNF
Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) DNF
Jorge Lorenzo ESP Ducati Team (Desmosedici GP17) DNF

Rabu, 29 Maret 2017

Biaggi, Vinales Merupakan Leader Dan Calon Juara Baru


Eks rider MotoGP sekaligus dua kali juara WorldSBK, Max Biaggi terlihat menjadi tamu istimewa Aprilia Racing Team Gresini di Sirkuit Losail, Qatar akhir pekan lalu. Pria asal Italia ini pun memberikan pendapat soal jalannya balapan MotoGP melalui akun Twitter-nya, @MaxBiaggi.

Biaggi mengaku sangat terkesan pada performa rider baru Movistar Yamaha MotoGP yang sukses merebut kemenangan, Maverick Vinales, begitu juga rider Ducati Corse, Andrea Dovizioso yang untuk ketiga kalinya secara beruntun finis di posisi kedua. The Roman Emperor bahkan memuji performa musuh bebuyutannya, Valentino Rossi yang finis ketiga.

"Saya meninggalkan Qatar dengan kesan MotoGP telah menemukan leader baru dengan talenta juara: Vinales. Saya juga melihat Dovi yang penuh semangat, konsisten dan sangat cepat dalam kondisi apapun. Rossi juga kian meyakinkan bahwa ia merupakan contoh juara sejati, berhasil lepas dari kesulitan setelah start dari posisi 10," tulisnya.

Empat kali juara dunia GP250 ini juga mengamati performa teman baiknya, Jorge Lorenzo, yang ia nilai masih harus beradaptasi bersama Ducati. Sebagai dua kali juara WorldSBK untuk Aprilia Racing, Biaggi pun mengaku senang melihat Aleix Espargaro sukses besar dengan finis keenam.

"Lorenzo menjalani balapan dengan performa yang belum jelas, ia butuh waktu untuk beradaptasi dengan Ducati. Aprilia pun sukses meraih hasil mengejutkan dengan finis keenam, setelah start dari posisi 15, di sirkuit yang sulit ditaklukkan. Kinerja yang baik dari Aleix dan pekerja departemen balap Aprilia," pungkasnya.

Senin, 27 Maret 2017

Dovizioso Sulit Redam serangan Top Gun (Maverick)


 

Andrea Dovizioso (Ducati) bertutur mengenai pertarungannya dengan Maverick Vinales (Movistar Yamaha) dalam memperebutkan posisi pertama di MotoGP Qatar 2017.

Vinales keluar sebagai pemenang dalam balapan di Losail, Senin (27/3/2017) dinihari WIB. Sementara Dovizioso harus puas naik podium kedua.

Dovizioso pun bercerita mengenai pertarungannya dengan Vinales dalam memperebutkan posisi terdepan dalam balapan. Rider Italia 30 tahun itu mengaku Vinales sudah membaca situasi dengan tepat.

"Saya sudah mengusahakan segalanya, tapi pada tikungan itu Maverick lebih cepat dari saya. Ketika ia menyalip saya pun berpikir, 'Berakhirlah (pertarungan) ini'," ujar Dovizioso seperti dilansir GPOne.com.

"Di sektor lain saya kencang, terutama di sektor terakhir sirkuit. Tapi saya tak bisa bersaing dengannya secara umum, jadi saya cuma berusaha meredamnya. Vinales tahu itu, ia sudah melihat kelemahan saya dan menyalip di titik yang tepat," tuturnya.

Hasil dalam balapan tersebut membuat Dovizioso melanjutkan kecenderungan finis kedua di Losail, yang sudah ia lakukan selama tiga musim terakhir.

5 Fakta tentang Maverick Vinales Di GP Qatar


 

5 Fakta tentang Maverick Vinales Di GP Qatar: (Dikutip dari Liputan6)

1. Maverick Vinales adalah pembalap pertama yang menempati posisi pole position pada seri perdana MotoGP di GP Qatar 2017.

2. Keberhasilan Maverick Vinales merebut podium pertama sekaligus mengikuti jejak Valentino Rossi. Karena pembalap yang dikenal dengan julukan Top Gun itu mampu merebut kemenangan pada debutnya di level tertinggi kejuaraan grand prix balap motor bersama Yamaha. Sebelumnya Rossi pernah melakukan hal yang sama saat mengaspal di Afrika Selatan pada 2004 lalu.

3. Maverick Vinales menjadi pembalap termuda kedua (22 tahun 2 bulan dan 14 hari) dalam sejarah sejak Mike Hailwood yang memenangkan gelar seri pembuka pada dua pabrikan berbeda.

4. Maverick Vinales merupakan pembalap keempat di kelas utama yang mampu memenangkan podium dengan kuda besi tim Yamaha dan Suzuki. Sebelumnya ada Barry Sheene, Randy Mamola, serta Jack Middleburg.

5. Vinales jadi pembalap keenam di kelas bergengsi yang memenangkan gelar seri dengan dua motor dari tim pabrikan berbeda. Sebelumnya ada Valentino Rossi dan Max Biaggi (Honda dan Yamaha), Andrea Dovizioso (Honda dan Ducati), serta Casey Stoner (Ducati dan Honda).

Vinales Juara Di Qatar, Pembukaan Musim Yang Luar Biasa


 

Maverick Vinales memenangi balapan perdana musim MotoGP 2017 di Qatar. Rider Movistar Yamaha itu memenangi duel dengan pebalap Ducati Andrea Dovizioso.

Balapan yang berlangsung di sirkuit Losail, Senin (27/3/2017) dinihari WIB, sempat mengalami dua kali penundaan. Pertama karena gerimis yang mengguyur, kemudian karena kondisi lintasan yang belum aman benar. Balapan kemudian tetap digelar, namun dipotong menjadi 20 putaran dari normalnya 22 putaran.

Rookie Monster Yamaha Tech3 Johann Zarco sempat memimpin selepas start, namun terjatuh. Posisi terdepan kemudian dipertarungkan Andrea Iannone, Marc Marquez, Andrea Dovizioso, dan Maverick Vinales.

Vinales-lah yang kemudian tampil sebagai pemenang, diikuti Dovizioso. Valentino Rossi tampil apik untuk finis ketiga, diikuti Marquez yang menuntaskan balapan di tempat keempat.

Jalannya Balapan

Start sempat mengalami penundaan karena masalah cuaca. Gerimis turun dan di sejumlah titik lintasan bahkan dilaporkan agak deras.

Race director kemudian memastikan start bisa digelar, memutuskan bahwa balapan dipotong menjadi 21 putaran dari 22 putaran. Di Losail sendiri balapan tak bisa terlalu jauh melewati pukul 22.00 waktu setempat, karena temperatur akan turun terlalu jauh dan kelembapan naik.

Namun ketika para pebalap kembali ke lintasan dan melakukan putaran pemanasan, beberapa di antaranya melaju ke luar trek di tikungan 14. Belakangan diketahui bahwa kondisi trek atau kerb terlalu basah untuk dilewati dengan ban slick.

Para pebalap kemudian menjalani diskusi dengan race director dan pada prosesnya diikuti dengan penundaan start lagi. Usai menjalani pengecekan kembali, diputuskan balapan akan tetap berlangsung dan kembali dipotong menjadi 20 putaran.

Selepas start, Andrea Iannone melesat ke depan, tapi kemudian dilewati Johann Zarco dan Marc Marquez. Di putaran pertama, Zarco memimpin diikuti Marquez, Iannone, Dovizioso, Pedrosa, dan Rossi. Sementara Jorge Lorenzo sempat melebar dan terlempar ke posisi 16.

Iannone sempat bertarung dengan Marquez untuk posisi dua, namun kemudian malah dilewati Dovizioso dan turun ke posisi empat. Vinales masih di posisi lima, diikuti Rossi yang naik ke urutan enam usai melewati Pedrosa di putaran ke-4. Cal Crutchlow jadi pebalap pertama yang crash.

Zarco terus membuka jarak hingga di putaran ke-5, diikuti Dovizioso yang sukses melewati Marquez. Iannone di posisi empat diikuti Vinales dan Rossi. Lorenzo masih berada di posisi 15.

Di putaran keenam, Zarco terjatuh saat sedang memimpin 1,3 detik di depan. Dovizioso mengambil alih posisi terdepan diikuti Marquez dan Iannone.

Iannone sempat mencuri posisi kedua dari Marquez, tapi gagal mempertahankannya. Vinales sementara itu sukses merapatkan jarak dengan rombongan terdepan dan mendekat ke Iannone di posisi tiga. Bautista jadi pebalap selanjutnya yang crash, sementara Lorenzo ada di posisi 10.

Di putaran ke-10, Iannone terjatuh saat sedang menekan Marquez. Dovizioso sementara itu memimpin dengan jarak satu detik dari Marquez. Di putaran berikutnya, Vinales merebut posisi dua dari Marquez. Rossi tak terlalu jauh di posisi empat.

Rossi naik ke posisi tiga usai melewati Marquez di lap ke-12. Sementara Vinales merapatkan jarak ke Dovizioso di tempat terdepan. Pedrosa di posisi lima, diikuti Aleix Espargaro, Redding, Miller, Lorenzo, Petrucci.

Vinales sudah memepet Dovizioso di putaran ke-13 dan sukses melewatinya. Rossi turut mendekat, sementara Marquez mulai tercecer di posisi empat.

Dovizioso merebut kembali posisi terdepan di trek lurus pada lap berikutnya, tapi dilewati lagi oleh Vinales tak lama berselang. Vinales sempat kehilangan posisi terdepan usai melakukan kesalahan di putaran 15, namun merebutnya lagi. Rossi sementara itu mulai memepet Dovizioso.

Di putaran ke-17, Dovizioso merebut kembali posisi terdepan. Rossi masih di posisi tiga diikuti Marquez. Sementara Pedrosa sempat kehilangan tempat kelima karena dilewati Espargaro, namun kembali mendapatkannya.

Vinales melewati Dovizioso di lap berikutnya. Di posisi tiga, Rossi kesulitan menjaga jarak dan tertinggal cukup jauh. Demikian halnya dengan Marquez di tempat keempat.

Vinales sukses mempertahankan posisinya di putaran terakhir, Dovizioso menempati posisi dua diikuti Rossi. Marquez finis keempat, menyusul kemudian Pedrosa, Espargaro, Redding, Miller, Rins, Folger. Lorenzo ada di tempat ke-11.

Kamis, 02 Maret 2017

Kecepatan Vinales Membuat Kaget Rekan Setim-nya, Rossi


Danilo Petrucci, menyebut Valentino Rossi kaget dengan kecepatan Maverick Vinales di lintasan. Menurut Petrucci, The Doctor harus bersiap untuk berhadapan dengan rival baru seperti Vinales pada MotoGP 2017.

"Rossi sempat berbicara kepada saya bagaimana dia terkejut melihat kecepatan Vinales di lintasan dan sempat tak percaya dengan kecepatan beradaptasi Vinales," ujar Petrucci dikutip dari Speedweek, Kamis (2/3/2017).

Meski bakal mendapat rival baru dengan kehadiran Vinales di Movistar Yamaha, Petrucci tetap menjagokan Rossi untuk menjadi juara dunia. Bagi Petrucci kemampuan pebalap asal Italia tersebut di lintasan tetap tak bisa dipandang sebelah mata musim depan.
 
"Meski terkejut dengan performa Vinales, saya tetap yakin dengan kemampuan Rossi. Dia akan tetap berada di perebutan gelar juara dunia musim depan," tutup pebalap asal Italia tersebut.

Meski demikian, Rossi tak boleh memandang Vinales sebelah mata. Pebalap berusia 21 tahun tersebut telah mengirimkan sinyal ancaman dengan meraih hasil positif pada dua sesi tes pramusim MotoGP di Sirkuit Sepang dan Phillip Island.

Meskipun baru pindah dari Suzuki ke Yamaha, Vinales terbukti mampu cepat beradaptasi dengan motor YZR M-1.

Maverick Vinales Lebih Beruntung Dari Pada Lorenzo


Danilo Petrucci, menilai Jorge Lorenzo, tak memiliki keberuntungan seperti Maverick Vinales yang tampil apik bersama Movistar Yamaha. Menurut Petrucci, keberhasilan Vinales meraih hasil positif pada sesi tes pramusim MotoGp di Sirkuit Sepang dan Phillip Island tak lepas dari kondisi motor YZR M-1 yang sudah sempurna.

"Hasil buruk yang diraih Lorenzo bersama Ducati hanya permasalahan waktu. Vinales beruntung langsung mendapat motor yang sesuai dengan gaya membalapnya, sedang Lorenzo masih harus beradaptasi lebih," ujar Petrucci dikutip dari Speedweek, Kamis (2/3/2017).

Tak seperti Vinales, performa Lorenzo pada dua kali tes bersama Ducati di Sepang dan Phillip Island masih jauh dari menjanjikan. Mantan pebalap Yamaha tersebut kesulitan menembus posisi atas karena belum menemukan taktik yang pas untuk menjinakkan motor Desmosedici GP17 milik Ducati.

Pada tes hari terakhir di Australia, Lorenzo hanya menempati posisi kedelapan. Sedang posisi pertama dan kedua diisi oleh Maverick Vinales dan Marc Marquez.

X-Fuera tampaknya memang perlu waktu lebih untuk beradaptasi dengan motor Desmosedici GP17. Pebalap berusia 29 tahun tersebut memang belum pernah mencoba motor selain milik Yamaha selama sembilan tahun berkarier di MotoGP.
 
Namun, Jorge Lorenzo harus secepatnya mengatasi permasalahan dengan motor Desmosedici GP17 mengingat seri perdana MotoGP 2017 bakal berlangsung pada 26 Maret 2017. Apalagi X-Fuera mendapat tuntutan untuk bisa langsung menjadi juara dunia pada musim perdananya bersama pabrikan asal Italia tersebut.

Rabu, 01 Maret 2017

Ini Tanggapan Rossi Tentang Rekan Barunya, Vinales


Rossi melihat akan memiliki hubungan yang cukup baik. Namun, pembalap asal Italia ini menyatakan bila watak asli Vinales akan terlihat saat nanti berada dalam tekanan.

"Vinales terlihat lebih seimbang daripada Lorenzo. Tapi, kita harus melihat bagaimana dia mengendalikan tensi, apakah dia akan berubah di bawah tekanan," ujarnya.

"Mungkin di atas trek saya tidak akan melihat Vinales, karena dia sangat cepat saat menjalani tes. Tapi, orang-orang akan menunjukkan watak aslinya di bawah tekanan. Setiap orang bisa menjadi pria sejati di atas sepeda motor," lanjut peraih 9 gelar juara dunia ini.

Kamis, 23 Februari 2017

Vinales Tetap Kalem Meski Unggul Dari Rekan Se-Timnya, Rossi


Hasil minor pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi di tes pramusim MotoGP hari ketiga di Sirkuit Philip Island, Australia, Jumat 17 Februari 2017 menjadi sorotan. Banyak pihak menyebut jika usia yang tidak lagi muda memengaruhi kualitas dalam menunggangi kuda besinya. 

Seperti yang diketahui rekan setim Rossi, Maverick Vinales menjadi pembalap tercepat di tes pramusim hari ketiga. Dia mencatatkan waktu 1 menit 28,549 detik. Atas hasil tersebut, Vinales disebut-sebut akan merepotkan Rossi di musim 2017 mendatang. 

Namun hal tersebut tidak membuat Vinales sesumbar. Dia menyebut jika Rossi tetap menjadi pembalap yang diunggulkan.

"Sangat tidak mungkin untuk menjadi bintang di tim ini. Anda tidak bisa membandingkan saya dengan Valentino Rossi. Dia mungkin saja kesulitan, namun di lain hari dia kembali menjadi yang terdepan," kata Vinales. 

Dilansir Motorsport, penampilan Rossi mengalami penurunan di tes pramusim MotoGP 2017. Di hari pertama dia menempati posisi dua dengan catatan waktu 1 menit 29,683 detik. 

Di hari kedua, Rossi hanya bisa menempati posisi ke-8 dengan catatan waktu 1 menit 29,674 detik. Juara dunia sembilan kali ini makin terpuruk di tes pramusim hari ketiga setelah menempati posisi 11 dengan catatan waktu 1 menit 29,470 detik.

Bos Yamaha Puas Dengan Kecepatan Vinales


Bos tim Movistar Yamaha, Massimo Meregalli, puas dengan hasil simulasi balap yang dilakukan Maverick Vinales. Pembalap baru Yamaha berusia 22 tahun itu memperlihatkan performa bagus selama tiga hari uji coba di Australia.

Dilansir dari Crash, Kamis 23 Februari 2017, Vinales berada di posisi 4 pada hari pertama, dan jadi yang tercepat pada hari 2 dan 3. Dia kembali ada di puncak dalam catatan waktu kombinasi, seperti terjadi dua pekan sebelumnya di Sepang.

Juara musim lalu, Marc Marquez, menunjukkan konsistensi yang akan kembali jadi kekuatannya pada 2017. Namun, kecepatan balap Vinales memperlihatkan bahwa dia bisa menyamai rivalnya dari Repsol Honda itu.

"Pertama-tama Maverick telah sangat cepat. Bagi kami itu sangat penting, melihat bagaimana dia bisa mengatur simulasi balap. Tahun lalu, kami banyak menderita dengan degradasi ban belakang. Tahun ini, dia merasa ban tidak terlalu buruk," kata Meregalli.

Dia mengatakan Vinales melakukan simulasi dengan kecepatan yang bagus. "Dia melakukan 20 putaran. Pada dasarnya penurunan tidak banyak berarti. Dia bisa menjaga kecepatan, dan baru terjadi penurunan setelah 17 putaran," ucapnya.

Simulasi balap kedua yang dilakukan Vinales, memberikan waktu rata-rata 1 menit 29,478 detik setelah 18 putaran. Marquez lebih cepat dengan rata-rata 1 menit 29,125 detik, namun pembalap Spanyol itu hanya melakukan 14 putaran.

Minggu, 19 Februari 2017

Maverick Vinales Merasa Terancam Dengan Hadirnya Marc Marquez Di Posisi Ke-2


Maverick Vinales mengaku sempat merasa terganggu dengan keberadaan Marc Marquez di tengah-tengah tes Phillip Island hari Jumat (17/2/2017) ini. Tapi hal itu justru menambah motivasinya.

Tes pada hari ini merupakan yang terakhir di Phillip Island, dengan tes pramusim berikutnya akan dilangsungkan di Losail pada 10-12 Maret. Itu sekaligus menjadi tes resmi terakhir menjelang bergulirnya MotoGP 2017.

Nah, insiden pada hari ini terjadi ketika Vinales sedang melaju dalam sebuah simulasi balap. Ia lantas merasa terganggu karena mendapati Marquez berada di belakangnya.

"Saya tak tahu harus bilang apa... Tapi rasanya tak wajar saja," ujar Vinales di Crash.net.

"Ketika Anda sedang berusaha melakukan simulasi balap, ada rider lain yang keluar. Anda tak bisa berhenti begitu saja. Setelah lima putaran ia ada di belakang, saya akhirnya harus menyetop simulasi itu.

"Padahal kan sirkuitnya sekitar empat kilometer. Aneh saja ia ada di sana, tepat saya berada," tuturnya.

Rider Spanyol itu kemudian ditanya lebih lanjut apa merasa rival senegaranya itu sudah berusaha mengusik benaknya. Vinales menegaskan bahwa insiden tersebut cuma menambah motivasinya untuk berusaha lebih keras lagi.

"Saya kemudian menggunakan ban baru lagi dan mengatakan, 'kini saya akan menggeber'. Saya pun menggeber 100%. Saya sudah mendapatkan ritme bagus, sepertinya," kata Vinales.

"Jadi saya pikir... Itu bagus -- motivasi ini, persaingan ini. Bagus sekali," sebutnya seraya tersenyum.


Kamis, 16 Februari 2017

Maverick Vinales Kuasai Sirkuit Philip Island Di Hari Kedua Tes Premium MotoGP


Hari kedua tes pramusim MotoGP di Sirkuit Phillip Island dikuasai Maverick Vinales. Dia mengalahkan Marc Marquez yang ada di urutan dua.

Kamis (16/2/2017) hari ini, Vinales mendominasi jalannya sesi latihan pramusim hari kedua. Dia lagsung tampil impresif sejak sesi pagi, mencatat waktu terbaik dan terus dipertahankan hingga waktu latihan tuntas digelar.

Catatan waktu terbaik yang dibuat Vinnales di atas YZR-M1 miliknya adalah satu menit 28,847 detik. Rider muda asal Spanyol itu membukukannya pada lap 21, dari total 80 putaran yang dia lahap.

Catatan waktu terbaik Vinnales hampir setengah detik lebih baik dari Marc Marquez yang menempati urutan kedua. Marquez, pemilik catatan waktu terbaik hari pertama, hari ini menorehkan satu menit 29,309 detik.

Marquez turun lebih lama di lintasan. Juara dunia musim lalu itu total memutari sirkuit sebanyak 107 kali.

Duduk di posisi tiga adalah Cal Crutchlow. Waktu terbaik yang dibuat rider LCR Honda itu adalah satu menit 29,325 detik. Crutchlow lebih cepat dibanding Alvaro Bautista yang bertengger di urutan empat.

Menjalani 70 putaran di hari kedua, catatan waktu Valentino Rossi menempatkan dia pada urutan delapan. The Doctor menorehkan satu menit 29,674 detik.

Sementara itu Jorge Lorenzo menempati posisi 15. Menjalani 64 lap di sesi latihan ini, pebalap Ducati itu membukukan waktu terbaiknya di angka satu menit 30,197 detik. Lorenzo unggul tipis atas Dani Pedrosa yang ada di tangga 16 dengan waktu terbaik satu menit 30,245 detik.

Hasil Tes Pramusim 2017 (Phillip Island, hari kedua)

1. = Maverick Viñales ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 28.847s [Lap 21/80]
2. = Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 29.309s +0.462s [20/107]
3. = Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 1m 29.325s +0.478s [28/80]
4. = Alvaro Bautista ESP Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP16) 1m 29.411s +0.564s [42/86]
5. = Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP17) 1m 29.483s +0.636s [32/55]
6. = Aleix Espargaro ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 29.501s +0.654s [18/69]
7. = Jonas Folger GER Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)* 1m 29.664s +0.817s [29/65]
8. = Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 29.674s +0.827s [18/70]
9. = Alex Rins ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR)* 1m 29.802s +0.955s [68/80]
10. = Jack Miller AUS Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V) 1m 29.838s +0.991s [36/83]
11. = Johann Zarco FRA Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)* 1m 29.880s +1.033s [84/88]
12. = Andrea Iannone ITA Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 29.947s +1.100s [19/72]
13. = Karel Abraham CZE Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP15) 1m 30.142s +1.295s [20/73]
14. ^ Danilo Petrucci ITA Octo Pramac Racing (Desmosedici GP17) 1m 30.150s +1.303s [64/65]
15. ˅ Jorge Lorenzo ESP Ducati Team (Desmosedici GP17) 1m 30.197s +1.350s [32/64]
16. ^ Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 30.245s +1.398s [38/40]
17. ˅ Hector Barbera ESP Avintia Racing (Desmosedici GP16) 1m 30.352s +1.505s [18/62]
18. = Scott Redding GBR Octo Pramac Racing (Desmosedici GP16) 1m 30.435s +1.588s [83/90]
19. = Pol Espargaro ESP Red Bull KTM Factory Racing (RC16) 1m 30.645s +1.798s [24/59]
20. = Loris Baz FRA Avintia Racing (Desmosedici GP15) 1m 30.852s +2.005s [34/53]
21. = Sam Lowes GBR Factory Aprilia Gresini (RS-GP)* 1m 30.895s +2.048s [34/64]
22. = Bradley Smith GBR Red Bull KTM Factory Racing (RC16) 1m 31.704s +2.857s [35/81]