Minggu, 21 Mei 2017

Maverick Vinales Meraih Kemenangan Di Le Mans, Rossi Terjatuh Di Lap Terakhir


Maverick Vinales, mengungkapkan kunci kemenangan yang diraihnya pada balapan MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans, Minggu (21/5/2017). Dia mengaku bisa menang setelah The Doctor melakukan kesalahan.

Usaha Vinales yang tak tergesa-gesa untuk menyalip Rossi yang memimpin balapan pada lap terakhir, membuahkan hasil. Vinales berhasil mengambil alih kembali posisi pertama setelah Rossi melebar dua lap sebelum garis finis. Setelah itu, The Doctor justru bernasib sial karena tergelincir dan tak bisa menyelesaikan balapan.

"Balapan ini sangat luar biasa. Saya hanya memberikan yang terbaik untuk menekan Rossi yang berada di depan," ujar Vinales dikutip dari Crash, Minggu (21/5/2017).

"Saya mempersiapkan diri di sektor ketiga (untuk menyalipnya), kemudian saya melihat dia melakukan kesalahan dan saya mengambil kesempatan. Saya langsung mengerahkan kekuatan hingga 200 persen," sambungnya.
 
Vinales keluar sebagai pebalap tercepat dengan raihan waktu 43 menit 29,793 detik. Pebalap berusia 21 tahun itu mengungguli Johann Zarco dan Dani Pedrosa yang menempati podium kedua dan ketiga.
Kemenangan pada MotoGP Prancis juga membuat Maverick Vinales kembali menjadi pemuncak klasemen dengan raihan 85 poin menggusur Valentino Rossi yang kini menghuni peringkat ketiga dengan 62 poin.

Terkenang masa lalu 
 
Maverick Vinales mengaku terkenang kemenangan pertamanya di kelas grand prix usai mengalahkan Valentino Rossi di MotoGP Prancis 2017. Vinales memang mencatat kemenangan perdana dalam karier balap profesionalnya di Sirkuit Le Mans.

Vinales dengan mudah menyentuh garis finis, dibuntuti Johann Zarco (posisi kedua) dan Dani Pedrosa (posisi ketiga). Sekadar informasi, Vinales menyelesaikan lomba dengan catatan waktu 43 menit 29.793 detik. 

"Ketika menyentuh garis finis, saya sangat bersyukur karena ini kemenangan yang sulit. Saya merasa seperti kemenangan pertama di kelas 125cc dan itu adalah kemenangan yang sangat spesial," kata Vinales. Kemenangan pertama Vinales terjadi pada tahun 2011. 

Senin, 24 April 2017

Vinales Merasa Crash Di Austin Sangat Sangat Aneh


Maverick Vinales, tampak kesal dengan insiden yang terjadi pada balapan MotoGP Austin, Minggu (23/4/2017) atau Senin (24/4/2017) dini hari WIB. Dia merasa kejadian itu terjadi bukan karena kesalahannya.

Seperti diketahui, Vinales gagal menyelesaikan balapan karena mengalami crash pada lap keempat. Padahal saat itu Vinales tidak sedang bersaing dengan pebalap lain.

"Saya tak bisa melakukan apapun soal kecelakaan ini. Saya tahu ban tidak dalam kondisi bagus pada pagi ini, karena saat di sisi kiri saya mendapatkan peringatan pada awal lap kedua," ungkap Vinales seperti dikutip Motorsport, setelah balapan.

"Saya merasa menyesal dengan balapan ini, baik pada diri sendiri dan tim karena mereka sudah bekerja sangat baik sepanjang akhir pekan dan kemudian kami memiliki ban yang tak memiliki daya cengkeram sama dengan yang kami miliki pagi ini dan saya terjatuh."

"Jika saya mengalami crash untuk mengejar Marc atau untuk merebut kemenangan, saya tahu itu kesalahan saya. Namun seperti ini, Anda membuang poin untuk hal yang sia-sia," tambahnya.

Vinales mengaku insiden ini terasa aneh buatnya karena tak pernah terjadi sebelumnya. Namun, ada yang membuatnya merasa lega.

"Saya tenang karena saya tahu ini bukan karena kesalahan saya. Saya tahu ada sesuatu yang lain," ujar Vinales.

Dengan hasil ini, Maverick Vinales kini tergusur ke posisi dua dengan koleksi 50 poin. Dia dikudeta rekan timnya, Valentino Rossi, yang unggul enam poin.

Maverick Vinales Masih Harus Banyak Beradaptasi Dan Belajar Menaklukan Yamaha YZR-M1


Performa apik pebalap Yamaha Movistar, Maverick Vinales, di dua seri pertama MotoGP 2017 masih berpeluang untuk meningkat. Pasalnya, pebalap bernomor 25 ini sampai sekarang masih kesulitan mengendalikan motornya, Yamaha YZR-M1

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Mekanik Yamaha MotoGP, Ramon Forcada. Ia menegaskan, Maverick Vinales harus melawan nalurinya, agar performa motor berlambang garpu tala tersebut lebih maksimal.

"Maverick menginginkan motor yang mudah dikendarai dan traksi seperti Yamaha, sama seperti Honda dan secepat Ducati," terang Forcada seperti disitat Motorsport.com.

"Tapi, semua pebalap lain juga menyukainya. Karena dia tahu itu tidak mungkin, dia tidak mengendarai dengan nyaman, dan berusaha untuk mengekstrak maksimal dari apa yang ditawarkan Yamaha untuk dia," tambahnya.

Lanjut Forcada, Vinales seharusnya menghindari pengereman yang kuat dan putaran akhir, agar mampu memanfaatkan traksi yang kuat dari tunggangannya. "Sekarang dia sangat cepat di tikungan, daripada saat berada di Suzuki. Yamaha dirancang untuk memanfaatkan itu, sangat stabil di belakang dan memiliki banyak traksi," jelas Forcada.

Dengan penampilan yang sudah jauh melebihi ekspetasi, sebagai debutan di pabrikan asal Jepang tersebut, banyak pihak yakin pebalap berusia 22 tahun ini bisa lebih maksimal ketika mengendarai yamaha YZR-M1.

"Maverick Vinales harus memperbaiki penampilannya, tapi itu hanya masalah waktu," pungkas Kepala Tim yang sebelumnya membesut Jorge Lorenzo ini.

Kamis, 20 April 2017

Vinales Percaya Diri Patahkan Rekor Sang Baby Alien


Maverick Vinales sangat percaya diri bisa melanjutkan tren kemenangan di Circuit of The Americas (COTA), Austin, Texas, Amerika Serikat akhir pekan ini, menyusul kesuksesannya di dua seri pertama. Hal ini disampaikan Vinales dalam sesi jumpa pers pada hari Kamis (20/4) waktu setempat.

Selalu tampil kompetitif di COTA sejak 2013 dalam ketiga kelas balap yang ia geluti, Vinales pun memiliki motivasi tinggi. Bersama Suzuki Ecstar tahun lalu, Vinales berhasil finis keempat meski dengan strategi pemilihan ban yang tak tepat. Menurutnya, bersama Yamaha, 10 lap terakhir akan menjadi hal paling krusial.

"Menurut saya, COTA menyenangkan dan saya selalu tampil kuat di sini, cocok untuk gaya balap saya. Akselerasi kami begitu baik, saya rasa kami bisa meraih hasil baik. Kami bisa tampil kompetitif, namun harus bekerja sangat keras, dan 10 lap terakhir saat balapan bakal sangat penting," ujarnya seperti yang dilansir Crash.net.

"Tahun lalu, 10 lap terakhir merupakan bencana dengan pilihan ban kami, jadi kami harus memperbaiki area ini, dan harus tepat saat memilih ban. Kami harus punya ritme balap yang baik, dan jika kami berusaha 100 persen, kami tahu kami bisa memperebutkan kemenangan," lanjutnya.

Disebut sebagai 'penguasa' COTA, rider Repsol Honda, Marc Marquez punya rekor fantastis, yakni meraih pole dan kemenangan secara beruntun sejak 2013. Vinales pun mengagumi catatan rival utamanya itu, namun yakin dirinya berpeluang mematahkan dominasi tersebut.

"Tentu ia sangat impresif, empat kemenangan beruntun di Amerika, namun kini kami juga punya level yang baik. Motor kami sangat kompetitif. Saat ini saya punya motor yang jaug lebih baik dari tahun lalu, jadi kami percaya diri bisa meraih hasil baik pula di sini," pungkas Top Gun

Selasa, 18 April 2017

Maverick Vinales Seperti Pembunuh Berdarah Dingin Dengan Ketenangan Sikapnya


Ramon Forcada mengaku terus dikejutkan oleh talenta-talenta yang dimiliki pembalapnya tersebut usai meraih dua kemenangan beruntun di Qatar dan Argentina. Hal ini disampaikan eks crew chief Jorge Lorenzo tersebut dalam wawancaranya dengan La Gazzetta dello Sport.

Usai menaungi Lorenzo selama sembilan musim, kini Forcada membimbing Vinales, yang secara mengesankan menyapu bersih seluruh uji coba pramusim dengan menjadi rider tercepat. Dua kemenangan beruntun pun bukan menjadi hal yang membuat Forcada terkesan, melainkan cara Vinales mengatasi berbagai kondisi lintasan.

"Maverick merupakan sebuah kejutan. Saya yakin ia bakal tampil kuat, tapi tak sekuat ini. Usai pramusim, sangat mudah membayangkan ia bisa memulai musim dengan baik. Tapi fakta bahwa ia bisa melakukannya di berbagai kondisi, kering, basah dan tak menentu seperti di Qatar, sungguh mengejutkan ia bisa mengendalikan segalanya dengan sempurna," ujarnya.

Forcada pun menyebut Top Gun sebagai 'pembunuh berdarah dingin', karena sikap dingin dan ketenangan yang ia miliki merupakan faktor utama kesuksesannya dalam memulai musim ini dengan kemenangan. Menurut pria Spanyol ini, juara dunia Moto3 2013 tersebut sangat andal dalam menghindari berbuat kesalahan.

"Yang paling mengesankan adalah ketenangannya. Ia punya kemampuan menghindari kesalahan, mampu mengendalikan beragam situasi dengan baik, contohnya di Argentina ketika ia cepat menyadari sektor ketiga adalah sektor paling bermasalah untuk ban, di mana ban bisa aus lebih cepat di sana. Jadi ia melintas lebih berhati-hati di sana, menghemat usia ban sampai finis," pungkasnya.

Berkat dua kemenangan di Qatar dan Argentina, Vinales kini berada di puncak klasemen pembalap dengan koleksi 50 poin, unggul 14 poin dari sang tandem, Valentino Rossi di peringkat kedua. Ia akan kembali turun lintasan di MotoGP Austin, Texas, Amerika Serikat yang digelar di Circuit of The Americas akhir pekan ini.

Minggu, 09 April 2017

Maverick Vinales Meraih Kemenangan Di Sirkuit Termas Rio de Hondo Argentina


Maverick Vinales kembali berhasil menjadi juara untuk kedua kalinya bersama Yamaha ia memimpin jalanya race setelah Marc Marquez terjatuh di tikungan kedua Sirkuit Termas Rio de Hondo, padahal race baru berjalan 3 laps.

Sementara itu, Valentino Rossi dalam balapan kali ini sukses melengkapi balapan ke 350 kali dengan berhasil menyabet podium dua, ia bersaing sengit dengan Cal Cruthclow selama race berlangsung.

Sama seperti Marc, Dani Pedrosa juga harus terjatuh di tikungan kedua selain itu seri kedua MotoGP kali ini nampak begitu kurang baik bagi Jorge Lorenzo karena ia harus terjatuh di awal laps serta rekan setimnya Andrea Dovizioso terjatuh setelah tertabrak oleh Aleix Espagaro.

Berikut ini adalah Hasil race MotoGP Argentina 2017 Yang berlangsung di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, Minggu (9/4) :
 
1. Maverick ViƱales ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 41m 45.060s
2. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 41m 47.975s
3. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 41m 48.814s
4. Alvaro Bautista ESP Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP16) 41m 51.583s
5. Johann Zarco FRA Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)* 42m 0.564s
6. Jonas Folger GER Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)* 42m 3.301s
7. Danilo Petrucci ITA Octo Pramac Racing (Desmosedici GP17) 42m 5.106s
8. Scott Redding GBR Octo Pramac Racing (Desmosedici GP16) 42m 10.540s
9. Jack Miller AUS Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V) 42m 10.725s
10. Karel Abraham CZE Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP15) 42m 11.463s
11. Loris Baz FRA Reale Avintia Racing (Desmosedici GP15) 42m 12.012s
12. Tito Rabat ESP Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V) 42m 26.935s
13. Hector Barbera ESP Reale Avintia Racing (Desmosedici GP16) 42m 27.830s
14. Pol Espargaro ESP Red Bull KTM Factory Racing (RC16) 42m 28.145s
15. Bradley Smith GBR Red Bull KTM Factory Racing (RC16) 42m 28.512s
16. Andrea Iannone ITA Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 42m 31.279s
Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP17) DNF
Aleix Espargaro ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) DNF
Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) DNF
Sam Lowes GBR Factory Aprilia Gresini (RS-GP)* DNF
Alex Rins ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR)* DNF
Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) DNF
Jorge Lorenzo ESP Ducati Team (Desmosedici GP17) DNF

Rabu, 29 Maret 2017

Biaggi, Vinales Merupakan Leader Dan Calon Juara Baru


Eks rider MotoGP sekaligus dua kali juara WorldSBK, Max Biaggi terlihat menjadi tamu istimewa Aprilia Racing Team Gresini di Sirkuit Losail, Qatar akhir pekan lalu. Pria asal Italia ini pun memberikan pendapat soal jalannya balapan MotoGP melalui akun Twitter-nya, @MaxBiaggi.

Biaggi mengaku sangat terkesan pada performa rider baru Movistar Yamaha MotoGP yang sukses merebut kemenangan, Maverick Vinales, begitu juga rider Ducati Corse, Andrea Dovizioso yang untuk ketiga kalinya secara beruntun finis di posisi kedua. The Roman Emperor bahkan memuji performa musuh bebuyutannya, Valentino Rossi yang finis ketiga.

"Saya meninggalkan Qatar dengan kesan MotoGP telah menemukan leader baru dengan talenta juara: Vinales. Saya juga melihat Dovi yang penuh semangat, konsisten dan sangat cepat dalam kondisi apapun. Rossi juga kian meyakinkan bahwa ia merupakan contoh juara sejati, berhasil lepas dari kesulitan setelah start dari posisi 10," tulisnya.

Empat kali juara dunia GP250 ini juga mengamati performa teman baiknya, Jorge Lorenzo, yang ia nilai masih harus beradaptasi bersama Ducati. Sebagai dua kali juara WorldSBK untuk Aprilia Racing, Biaggi pun mengaku senang melihat Aleix Espargaro sukses besar dengan finis keenam.

"Lorenzo menjalani balapan dengan performa yang belum jelas, ia butuh waktu untuk beradaptasi dengan Ducati. Aprilia pun sukses meraih hasil mengejutkan dengan finis keenam, setelah start dari posisi 15, di sirkuit yang sulit ditaklukkan. Kinerja yang baik dari Aleix dan pekerja departemen balap Aprilia," pungkasnya.